Selasa, 30 April 2013

KPU Cari Bukti Pendukung



KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu kemarin membongkar tumpukan kotak suara Pilgub NTT di gudang KPU setempat guna mencari bukti-bukti pendukung untuk menghadapi gugatan paket Tunas (Ibrahim Agustinus Medah-Emanuel Melkiades Laka Lena) yang sedang diproses di Mahkamah Konstitusi (MK).
Pembongkaran berkas di gudang itu untuk mengambil sejumlah dokumen yang berkaitan dengan hasil perhitungan dan perolehan suara pasangan calon gubernur-wakil gubernur di tingkat TPS dan desa/kelurahan pada pemungutan suara putaran pertama 18 Maret lalu.
Dokumen yang diambil yakni format model C-KWK KPU, dan lampiran C1-KWK KPU,C2-KWK KPU, C3-KWK KPU, C4-KWK KPU, C8-KWK KPU dan C10-KWK KPU serta model D, D1-KWK KPU, D2-KWK KPU, D3-KWK KPU, D4-KWK KPU, D8-KWK KPU, dan D10-KWK KPU.
Ketua KPU TTS James Tuka mengatakan, ada sejumlah kotak suara dari sejumlah TPS di 26 kecamatan di TTS yang diambil dokumennya untuk dibawa ke MK untuk dipakai sebagai bukti dari KPU dalam menjawab permasalah-permasalahan perhitungan suara Pilgub NTT di TTS yang digugat paket Tunas.
Permasalahan perhitungan suara di TTS yang diangkat paket Tunas dalam gugatannya yakni masalah penghapusan suara paket Tunas di delapan TPS di delapan desa, di delapan kecamatan, masalah penggelembungan suara di 80 TPS dalam 24 desa/kelurahan dalam 16 kecamatan, masalah penggelembungan suara di tingkat PPK pada 16 TPS di empat desa di tiga kecamatan, masalah pengurangan/penghilangan suara sah di 96 TPS di 27 desa/kelurahan dalam 20 kecamatan, dan surat suara yang sudah dicoblos di 11 TPS di empat desa dalam empat kecamatan.
Pantauan VN Sabtu siang, pembongkaran kotak suara dalam gudang di Kelurahan Kota Soe itu dilakukan oleh sejumlah staf KPU TTS dengan kawalan aparat Polres TTS yang dipimpin Kabag Operasional Oce Berelaka dan pihak Panwaslu TTS.
Ketua KPU James Tuka dan dua anggotanya, Mardi Mansula, dan Eric Oematan, juga terlihat mendampingi staf KPU yang melakukan pembongkaran dokumen-dokumen tersebut.
Tak Mau Spekulasi
Terpisah, Ketua KPU NTT Johanes Depa mengatakan belum bisa berspekulasi terkait jadwal pelaksanaan putaran kedua Pilgub NTT. Sikap KPU tetap menunggu keputusan resmi dari MK terkait hasil gugatan paket Tunas.
KPU NTT masih menunggu keputusan resmi dari MK. Sementara prsiapan dan koordinasi dengan rekanan pengadaan logistik tetap dilakukan, kata John Depa, Minggu (21/4).
Dia diminta tanggapannya mengenai proses sidang gugatan paket Tunas di MK dan seberapa pengaruhnya terhadap jadwal pelaksanaan putaran kedua Pilgub NTT. Sebab, sesuai jadwal KPU, pengadaan dan pendistribusian logistik pilgub putaran kedua dimulai 19 April hingga 8 Mei. Jika dalam rentang waktu tersebut putusan MK belum turun, maka jadwal pilgub putaran kedua bakal terganggu.
Semua kemungkinan sudah kita pikirkan. Kalau MK sudah putuskan gugatan Tunas seperti apa, baru KPU mempersiapkan semua kebutuhan pilgub,katanya.
Dia kembali menegaskan bahwa KPU baru menentukan sikap setelah ada putusan MK. Kita tidak boleh spekulasi karena saat ini sidang masih sedang berproses di MK. Kita tunggu saja sambil koordinasi untuk persiapan logistik, katanya. (aje)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar